Puasa Intermittent, Apa Itu dan Bagaimana Manfaatnya untuk Kesehatan?

- 17 Maret 2024, 16:20 WIB
Puasa Intermittent, Apa Itu dan Bagaimana Manfaatnya untuk Kesehatan?
Puasa Intermittent, Apa Itu dan Bagaimana Manfaatnya untuk Kesehatan? /Pinterest/

PORTALBANGKALAN.COM - Puasa Intermittent (IF) adalah pola makan yang melibatkan siklus antara periode puasa dan periode makan. Dalam IF, waktu makan terbatas ke dalam jendela waktu yang lebih pendek, sementara periode puasa yang lebih panjang dilakukan. Tujuan utama dari IF adalah mengubah cara tubuh memetabolisme makanan dan mengoptimalkan kesehatan secara keseluruhan. Metode ini telah mendapatkan popularitas dalam beberapa tahun terakhir karena manfaat potensialnya terhadap kesehatan.

I. Definisi dan Jenis-jenis Puasa Intermittent
A. Definisi Puasa Intermittent
Puasa Intermittent adalah pola makan yang melibatkan siklus antara periode puasa dan periode makan yang terbatas.

B. Jenis-jenis Puasa Intermittent

  1. Puasa 16/8: Metode ini melibatkan puasa selama 16 jam dan mengonsumsi makanan hanya dalam jendela waktu 8 jam setiap harinya.
  2. Puasa 5:2: Metode ini melibatkan mengonsumsi jumlah kalori yang sangat terbatas (sekitar 500-600 kalori) pada dua hari non-berturut-turut dalam seminggu, sementara pada lima hari lainnya makan normal.
  3. Puasa 24 jam: Metode ini melibatkan puasa selama 24 jam penuh, biasanya dilakukan satu atau dua kali dalam seminggu.
  4. Puasa 36 jam: Metode ini melibatkan puasa selama 36 jam penuh, biasanya dilakukan satu atau dua kali dalam seminggu.

Baca Juga: Manfaat Kesehatan Saat Berpuasa, Meningkatkan Metabolisme dan Menurunkan Berat Badan

II. Manfaat Kesehatan Puasa Intermittent
A. Penurunan Berat Badan
Puasa Intermittent dapat membantu dalam penurunan berat badan karena membatasi waktu makan, yang pada gilirannya mengontrol asupan kalori secara keseluruhan. Selain itu, IF juga dapat meningkatkan tingkat hormon adiponektin yang membantu dalam proses pembakaran lemak.

B. Peningkatan Sensitivitas Insulin dan Kendali Glukosa Darah
IF dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengoptimalkan kontrol glukosa darah. Dengan membatasi waktu makan, terjadi penurunan asupan karbohidrat secara keseluruhan, yang dapat mengurangi risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

C. Perlindungan Kesehatan Jantung
IF telah dikaitkan dengan penurunan faktor risiko penyakit jantung, termasuk penurunan tekanan darah, penurunan kolesterol LDL (juga dikenal sebagai kolesterol jahat), dan peningkatan kolesterol HDL (juga dikenal sebagai kolesterol baik).

D. Meningkatkan Ketahanan Sel dan Proses Pembersihan
Selama periode puasa, tubuh mengaktifkan proses autophagy yang membantu membersihkan sel-sel yang rusak atau tidak sehat. Hal ini dapat membantu meningkatkan ketahanan seluler dan melindungi tubuh dari penyakit degeneratif seperti kanker dan Alzheimer.

E. Peningkatan Fungsi Kognitif
IF telah dikaitkan dengan peningkatan fungsi kognitif dan perlindungan terhadap penyakit neurodegeneratif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa IF dapat meningkatkan pertumbuhan sel saraf, meningkatkan plasticity otak, dan melindungi terhadap stres oksidatif.

Halaman:

Editor: Nugroho Setya Aji


Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah