Habiskan Rp 300,28 Miliar, Sempat Terpuruk di Era Megawati, Kini Kembali Jadi Banggaan Warga

- 27 Juli 2023, 11:00 WIB
Habiskan Rp 300,28 Miliar, Sempat Terpuruk di Era Megawati, Kini Kembali Jadi Banggaan Warga
Habiskan Rp 300,28 Miliar, Sempat Terpuruk di Era Megawati, Kini Kembali Jadi Banggaan Warga /

 

PORTALBANGKALAN.COM - Kota Manado, terletak di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, adalah permata yang memukau di ujung utara Pulau Sulawesi. Kota ini tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya yang menakjubkan, tetapi juga memiliki sebuah keajaiban arsitektur yang mengagumkan, yaitu Jembatan Soekarno. Dibangun dengan menghabiskan dana sekitar Rp 300,28 miliar, jembatan ini mengalami sejarah yang menarik sejak era Megawati. Namun, kini ia telah berubah menjadi simbol keindahan dan perkembangan Kota Manado.

Baca Juga: Ini Dia! Jembatan Ikonik di Jambi dengan Anggaran Rp 89 Miliar yang Menjadi Pedestrian Terpanjang dan Termegah

Sebuah Proyek Mangkrak yang Bangkit Menjadi Ikon

Pada awal tahun 2000-an, era pemerintahan Megawati Soekarnoputri, ide untuk membangun Jembatan Soekarno muncul sebagai solusi atas masalah kemacetan lalu lintas di Kota Manado. Jembatan ini juga bertujuan untuk membuka akses ke wilayah penting di sekitar Sungai Tondano. Namun, proyek ini mengalami kebuntuan dan terhenti selama beberapa waktu. Barulah pada tahun 2003, pembangunan kembali dimulai dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta.

Berbagai tantangan teknis dan lingkungan dihadapi selama konstruksi, namun semangat yang kuat dari masyarakat Manado dan keseriusan pemerintah memastikan kelancaran dalam pembangunan Jembatan Soekarno. Dengan upaya gigih, akhirnya pada tahun 2015, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Jembatan Soekarno diresmikan sebagai ikon Kota Manado.

Baca Juga: Alasan Konsumen Coba BBM Baru Pertamax Green 95, Ternyata Begini Responnya

Pesona Arsitektur Megah yang Menakjubkan

Jembatan Soekarno mempesona dengan panjang impresifnya sekitar 1.127 meter, menjadikannya salah satu jembatan terpanjang di wilayah Manado. Struktur utamanya mengikuti alur sungai, menciptakan pandangan yang menakjubkan ketika dilihat dari berbagai sudut kota Manado. Keindahan arsitektur Jembatan Soekarno, terutama ketika diterangi cahaya pada malam hari, menciptakan pemandangan yang memesona dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru Indonesia dan mancanegara.

Kesenangan Menyaksikan Matahari Terbenam di Atas Jembatan Soekarno

Jembatan Soekarno tidak hanya memiliki fungsi praktis sebagai jalur lalu lintas, tetapi juga menyediakan jalur pejalan kaki dan sepeda di kedua sisi jalan. Jalur ini menjadi daya tarik tambahan bagi warga sekitar Kota Manado dan wisatawan untuk menikmati pemandangan indah Kota Manado dan Sungai Tondano dari ketinggian yang mengagumkan. Terutama saat matahari terbenam, suasana di Jembatan Soekarno menjadi sangat romantis dan menarik bagi pasangan dan penggemar fotografi.

Jembatan Soekarno: Simbol Keindahan dan Kemajuan Kota Manado

Sejak diresmikan pada tahun 2015, Jembatan Soekarno dengan cepat menjadi simbol kota Manado yang paling dikenal. Selain sebagai objek wisata, jembatan ini juga memiliki signifikansi strategis sebagai infrastruktur vital dalam pengembangan kota dan daerah sekitarnya. Dengan statusnya sebagai ikon kota, Jembatan Soekarno telah menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan yang mengunjungi Kota Manado. Wisatawan sering berkumpul di jembatan pada akhir hari untuk menyaksikan spektakuler matahari terbenam di balik cakrawala, menciptakan pemandangan yang tiada duanya.

Halaman:

Editor: Ari Prasetyo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah