Mengapa Buka Puasa dengan Teh Tidak Disarankan? Temukan Fakta Menarik di Baliknya!

- 20 Maret 2024, 16:05 WIB
Mengapa Buka Puasa dengan Teh Tidak Disarankan Temukan Fakta Menarik di Baliknya!
Mengapa Buka Puasa dengan Teh Tidak Disarankan Temukan Fakta Menarik di Baliknya! /

PORTAL BANGKALAN - Buka puasa merupakan momen yang dinanti setiap harinya oleh umat Muslim selama bulan Ramadan.

Saat waktu berbuka tiba, kebanyakan orang cenderung mencari minuman yang menyegarkan untuk melepas dahaga. Namun, tahukah Anda bahwa minum teh saat berbuka puasa tidaklah disarankan?

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa alasan mengapa minum teh saat berbuka puasa memiliki efek negatif pada tubuh.

Simaklah fakta menarik di balik penolakan ini dan temukan alternatif minuman yang sehat untuk memulai buka puasa dengan penuh energi!

1. Mengandung Kafein yang Meningkatkan Dehidrasi

Teh, terutama teh hitam dan teh hijau, mengandung kafein yang bersifat diuretik. Kafein dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, yang pada gilirannya dapat menyebabkan dehidrasi.

Dalam kondisi berpuasa, ketika tubuh sudah kehilangan cairan sepanjang hari, dehidrasi dapat memperburuk rasa haus dan menyebabkan kelelahan. Oleh karena itu, menghindari teh saat berbuka puasa menjadi langkah yang bijaksana.

Baca Juga: Mengapa Minum Teh Hangat Saat Sahur Dapat Meningkatkan Metabolismemu?

2. Tanin dalam Teh Mengganggu Penyerapan Zat Besi

Teh juga mengandung senyawa yang disebut tanin. Tanin dapat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh.

Zat besi adalah mineral penting yang berperan dalam membentuk sel darah merah dan memastikan transportasi oksigen yang efisien.

Jika penyerapan zat besi terhambat, ini dapat menyebabkan kekurangan zat besi atau anemia. Oleh karena itu, menghindari minum teh saat berbuka puasa akan membantu memastikan penyerapan zat besi yang optimal dari makanan yang dikonsumsi.

3. Memperlambat Penyerapan Nutrisi dan Menyebabkan Rasa Lapar Cepat

Teh juga dapat memperlambat penyerapan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa. Hal ini disebabkan oleh kandungan polifenol dalam teh, yang dapat menghambat enzim pencernaan.

Akibatnya, tubuh tidak dapat memperoleh nutrisi dengan cepat, yang pada gilirannya dapat menyebabkan rasa lapar lebih cepat dan energi yang tidak stabil.

Untuk itu, lebih baik memilih minuman lain yang dapat membantu tubuh mendapatkan nutrisi dengan lebih efisien saat berbuka puasa.

Baca Juga: Teh Hangat sebagai Penenang Pikiran dan Penghilang Stres saat Sahur

4. Rasa Mual dan Ketidaknyamanan

Beberapa orang juga mungkin mengalami rasa mual setelah minum teh saat perut kosong. Ini terutama berlaku untuk orang yang memiliki sensitivitas lambung yang tinggi. Rasa mual ini dapat mengganggu kenyamanan saat berbuka puasa dan mengurangi nafsu makan.

Untuk menghindari hal ini, lebih baik memilih minuman lain yang lebih cocok untuk dikonsumsi saat perut kosong.

5. Dampak Buruk pada Penderita Diabetes

Bagi penderita diabetes, minum teh manis saat berbuka puasa dapat menjadi masalah serius. Teh manis mengandung gula yang dapat meningkatkan kadar gula darah secara signifikan.

Peningkatan kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat membahayakan kesehatan penderita diabetes dan memperburuk kondisinya.

Oleh karena itu, penderita diabetes sebaiknya menghindari teh manis dan memilih minuman alternatif yang lebih rendah gula atau tanpa gula.

Alternatif Minuman yang Lebih Sehat untuk Buka Puasa

Meskipun minum teh saat berbuka puasa tidak disarankan, masih ada banyak alternatif minuman yang sehat dan bergizi yang dapat Anda nikmati. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Air putih: Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi setelah seharian berpuasa.

  2. Jus buah segar: Jusbuah segar merupakan sumber vitamin dan mineral yang kaya. Mereka membantu tubuh mendapatkan energi dan nutrisi yang dibutuhkan setelah berpuasa.

  3. Susu: Susu mengandung protein dan kalsium yang penting untuk kesehatan tulang dan otot. Minum segelas susu saat berbuka puasa dapat membantu tubuh merasa kenyang dan kuat.

  4. Air kelapa muda: Air kelapa muda mengandung elektrolit alami yang membantu menghidrasi tubuh dan menjaga keseimbangan elektrolit. Ini adalah minuman yang sangat menyegarkan dan cocok untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Baca Juga: Teh Hangat sebagai Sumber Energi Saat Sahur, Mengapa Anda Harus Meminumnya?

Meskipun ada alternatif minuman yang lebih sehat, jika Anda masih ingin menikmati teh saat berbuka puasa, ada beberapa tips yang dapat Anda ikuti untuk meminimalisir efek negatifnya:

  1. Minum teh setelah makan: Minum teh setelah makan dapat membantu mengurangi efek kafein dan tanin pada tubuh. Penyerapan nutrisi dari makanan juga akan lebih optimal jika teh dikonsumsi setelah makan.

  2. Hindari teh manis: Teh manis mengandung gula tambahan yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Minum teh tanpa gula atau dengan sedikit madu dapat menjadi alternatif yang lebih sehat.

  3. Batasi konsumsi teh: Mengonsumsi teh dalam jumlah yang wajar sangat penting. Batasi minum teh maksimal 2 cangkir per hari untuk menghindari efek negatif yang berlebihan.

Pada akhirnya, penting untuk memilih minuman yang memberikan manfaat optimal bagi tubuh saat berbuka puasa.

Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi, sementara jus buah segar, susu, dan air kelapa muda memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Jika Anda memilih untuk minum teh, pastikan untuk mengikuti tips yang telah disebutkan untuk meminimalisir efek negatifnya.

Dengan memilih minuman yang tepat, Anda dapat memulai buka puasa dengan energi yang segar dan kesehatan yang optimal.***

Editor: Nugroho Setya Aji


Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x