Mengatasi Telinga Berdengung: Penyebab, Pengobatan, dan Gejalanya yang Wajib Kamu Tahu!

- 19 Maret 2024, 16:05 WIB
Mengatasi Telinga Berdengung Penyebab, Pengobatan, dan Gejalanya yang Wajib Kamu Tahu!
Mengatasi Telinga Berdengung Penyebab, Pengobatan, dan Gejalanya yang Wajib Kamu Tahu! /

PORTAL BANGKALAN - Telinga berdengung atau tinnitus adalah kondisi yang umum di mana seseorang mendengar bunyi atau desiran di telinganya tanpa adanya sumber suara eksternal.

Telinga berdengung bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penumpukan kotoran telinga, infeksi, penyakit Meniere, trauma pada telinga, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Bagaimana cara mengatasi telinga berdengung ini?

Artikel ini akan membahas beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengidentifikasi penyebab, mengobati, dan mengelola gejala telinga berdengung.

1. Mengidentifikasi Penyebab

Penyebab telinga berdengung perlu diidentifikasi untuk pengobatan yang tepat. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan telinga berdengung antara lain penumpukan kotoran telinga, infeksi telinga, penyakit Meniere, trauma pada telinga, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Jika Anda mengalami telinga berdengung, penting untuk mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan dan diagnosis yang akurat.

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Kenali Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Cara Pencegahannya

2. Mengobati Penyebab

Setelah penyebab telinga berdengung teridentifikasi, dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai. Misalnya, jika telinga berdengung disebabkan oleh penumpukan kotoran telinga, dokter mungkin akan membersihkan telinga Anda dengan obat tetes telinga atau prosedur pembersihan yang aman.

Jika infeksi telinga menjadi penyebabnya, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi tersebut. Adapun penyakit Meniere dapat memerlukan pendekatan pengobatan yang lebih komprehensif, termasuk pengaturan diet dan obat-obatan khusus.

3. Mengelola Gejala

Jika telinga berdengung tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, langkah-langkah pengelolaan gejala dapat membantu mengurangi dampaknya. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Masker Suara: Menggunakan masker suara yang menghasilkan suara putih atau bunyi alam dapat membantu menutupi atau mengalihkan perhatian dari suara tinnitus.
  • Terapi Suara: Terapi suara melibatkan penggunaan suara yang khusus dirancang untuk melatih otak mengabaikan suara tinnitus.
  • Teknik Relaksasi: Menggunakan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau pernapasan dalam dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang dapat memperburuk tinnitus.
  • Alat Bantu Dengar: Bagi mereka yang mengalami gangguan pendengaran seiring dengan telinga berdengung, alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan pendengaran dan mengurangi gejala tinnitus.

Baca Juga: Mengenal Gejala, Komplikasi, dan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Orang Dewasa

4. Menghindari Pemicu

Menghindari faktor pemicu yang dapat memperburuk tinnitus sangat penting. Beberapa pemicu yang perlu dihindari antara lain:

  • Kebisingan Keras: Hindari paparan terhadap kebisingan keras, seperti musik keras atau suara mesin, yang dapat memperburuk tinnitus.
  • Kafein, Alkohol, dan Nikotin: Kafein, alkohol, dan nikotin dapat memperburuk tinnitus pada beberapa orang, sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam batas yang masuk akal atau dihindari sepenuhnya.

5. Beristirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup sangat penting untuk mengurangi stres dan kecemasan yang dapat memperburuk tinnitus. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang berkualitas dan memberikan waktu istirahat yang cukup bagi tubuh dan pikiran.

Kesimpulan

Telinga berdengung dapat mengganggu kualitas hidup seseorang, tetapi ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi gejala tersebut.

Mengidentifikasi penyebab, mengobati penyebab yang mendasari, mengelola gejala, menghindari pemicu, dan beristirahat yang cukup adalah beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi dampak telinga berdengung.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai. Dengan pengelolaan yang tepat, kita dapat menghadapi telinga berdengung dengan lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup kita.***

Editor: Nugroho Setya Aji


Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x